About Me

Foto saya
Even gravity loves me.

Jumat, 20 Mei 2016

NEWSFEED : Zamannya Popularitas yang Menghapus Moralitas. MASUK!

Assalamualaikum orang-orang cerdas :)

Mamamia Lezatos!

Sekarang ini khusunya di Indonesia lagi marak-maraknya kasus yang melibatkan hilangnya moralitas manusia. Bahkan bukan hanya Indonesia, tapi juga di luar negeri. Kalian pasti udah sering ya liat di berita, kasus "selfie" ekstrim yang sampe menelan korban jiwa, hanya demi populer dan dapet pujian di "sosial media".

Ya, sosial media ini sekarang udah jadi "candu" banget khusunya buat kaum muda-mudi (termasuk awak) hahaha. Awalnya, kita mungkin berpikir kemajuan teknologi dan ditambah hadirnya sosial media, banyak banget keuntungan buat manusia, misalnya :

1. Sharing : ini bagus banget loh khususnya untuk media informasi, jadi penyebaran informasi bisa cepat diakses dan masyarakat selalu up to date sama hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

Sharing is Caring :)

2. Keterbukaan dan Pengawasan : sekarang, khususnya temen-temen yang bekerja di bidang jurnalistik udah ngasih kita banyak banget keuntungan dengan adanya sosial media ini. Sekarang, misalnya kinerja dari polisi, DPR, kepolitikan, masalah hubungan internasional aja kita semua bisa dengan mudah tau. Jadi sebagai masyarakat, kita juga bisa turut andil mengawasi kinerja mereka, lho! Keren, kan?


Transparansi meniadakan penghalang diantara kamu dan aku, iya KAMU ~

3. Bisnis : Nah ini nih salah satu keuntungan sosial media yang bisa bikin pemasukan kita nambah. Yap! Online Shop semakin menjamur semenjak maraknya sosial media lho. Ini juga dampak positif menurut gue, karena bisa aja kan mengurangi angka pengangguran. Jadi yang pengangguran bisa sambil coba-coba usaha, dan memajukan perekonomian Indonesia lho. Soalnya kita bisa promote juga produk-produk baru lokal yang baru akan memulai usaha. Ini keren banget.

Nassar tuh gak bisa digituin, guys~

4. Edukatif : udah pada tau kan kalo sekarang juga udah makin banyak tutorial atau belajar-mengajar via sosmed? Iya, sekarang udah banyak kok aplikasi yang kerjasama dengan lembaga pendidikan tertentu yang memungkinkan kita bisa ngakses hal-hal seputar materi-materi yang kamu pelajari di sekolah. Jadi semacem virtual-les gitu, mantap deh~

Tinggal streaming aja kuliahnya ~

5. Being-Known : nah ini nih salah satu manfaat yg kita rasain, dikenal! mungkin aja kan yang tadinya ngga kenal sama kita, bisa tau siapa kita dan bisa jadi tempat silaturahmi buat yang jarang ketemu, atau temen lama yang udah lama bgt ga ketemu. Jadi kita ngga ngelupain mereka, begitu juga mereka. Ya kan?

Sapa jangan nih, guys?

Itulah tadi beberapa dampak positif dari hadirnya sosial media di kehidupan kita. Sebetulnya masih banyak lagi, coba intip-intip aja ke blog sebelah hahaha~

Nah, sekarang gue mau ngebahas nih dampak negatifnya sosial media. Yap! Tingkat Kenarsisan semakin tinggi, ibu-ibu bapak-bapak! Untuk mereka yang jalan pikirannya udah ngga tau kesasar kemana, mereka akan melakukan apapun demi bisa memamerkan sesuatu ke publik cuman demi pujian dan popularitas. Contohnya nih, Instagram. Mereka sampe selfie ekstrim just in case to get more likes, more followers, and even a compliments. Nih contohnya :

kalo gue sih, mungkin udah muntah kali liat ke bawahnya hahaha

Xenia Ignatyeva, yang jatuh dari ketinggian ini setelah selfie
Ini nih yang menurut gue extreme parah :

duh adik-adikku hati-hati ya kalian!

ya kali mereka tiap hari sekolah harus ngelewatin beginian? kemana dana pembangunan untuk rakyat hei para wakil rakyat? kalian kemanain uangnya?

Gendut banget paaaak ~
Kembali merujuk ke judul postingan gue sekarang yaitu Popularitas Menghapus Moralitas. Yup! Udah banyaaaaaakkkk banget para pengguna sosial media yang rela ngelakukan apapun biar bisa jadi "HITZ" lah istilahnya. Padahal, cara yang mereka tempuh itu salah. Contoh nih, gue waktu itu pake igber (instagram bersama) akun yang sengaja dibuat cuma buat online-shopping aja. Maklumlah, namanya juga cewek, mahluk tuhan yang paling ngga tahan untuk ga belanja hahaha. Nah waktu gue liat explore, lho kok ada foto ngga senonoh gitu. Nih gue kasih liat :

Bukan hanya abege ini, banyak abege lainnya yg seperti ini

Berawal dari sinilah terus gue buka IG nya, jadi si -kita panggil saja dia "abege" ini termasuk salah satu yang bisa dibilang selebgram mengingat jumlah followersnya yang banyak itu + emang banyak sponsor yang endorse produk-produk mereka.

Gue cukup sedih ngeliat ada beberapa postingan si abege ini yang nunjukkin ke"gaul"an nya di instagram dan video-videonya.  semacem dugem, minum-minum, dan kissing-kissing lainnya. Masalahnya, ini abege banyak followersnya dan kita ngga tau siapa aja yg udah ngeliat itu. Gue paham sekarang kenapa anak-anak kecil jaman sekarang udah ngerti hal-hal itu dan udah sok "dewasa" yang ngga tepat pada usianya. Karena hal-hal yang mempengaruhinya ya yang beginian.

Ini gue ada contohnya :

Dakwah agama kok dibilang ga jelas?

Kaget juga pas bacanya, dan lebih kaget lagi pas baca komentar-komentarnya :


Komentar agama = Norak?

Hidupnya belum bener, jadi gk boleh ceramah katanya

Sedih ngga sih bacanya? (+ kesel juga). Gini ya gue jelasin. Ini nih dampak negatif dari sosial media. Mereka selalu mikir kalo apa yang mereka sebarin itu adalah yang paling benar.

Oke, gue bahas yaaa komentar mereka satu-persatu :

"Yang comment agama ngga jelas, itu orang Norak"

Inget mbak, namanya juga SOSIAL media ya tempatnya berSOSIALisasi sama siapapun, apalagi kalo akunnya ngga di private. Anyone can see it,  people see, people judge. Itu hak mereka dong mau komentar agama kek, apa kek. Tapi kalo menurut si mba "commenters" komentar agama = orang norak, silakan liat kembali apa yang dikomentari. Yang dikomentarin disini adalah si abege yang memposting foto yg ngga pantas dan ngga sesuai sm budaya Indonesia, yg mayoritasnya muslim. Si abege pemilik foto ini muslim, lho! (sudah observasi) Wajar kalo diingetin, sesama beragama kan harus saling mengingatkan. Apalagi abege ini followersnya banyak, dan ngga kelacak range berapa aja umurnya, kalangan mana aja, karena bisa membawa pengaruh negatif nantinya.


"Yang salah adalah pengikutnya yang ceramahin hidup orang padahal hidupnya belum bener"

Pengikut agama salahkah menceramahi orang yang jelas jelas salah, hanya karena hidupnya belum bener? Terus sok-sok an ceramahin orang gitu ya? Hmmm......

Ngasih tau aja nih, "Semua manusia ngga ada yang hidupnya 100% bener dan sempurna" bahkan sampai mati pun manusia akan tetap pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.




Image result for salah jadi benar benar jadi salah

Tidak ada yang paling bener, tapi wajib buat kita untuk menegur yang salah. So, kalo elo ngerasa hanya orang yang hidupnya paling bener aja yang boleh nyeramahin, lo nyuruh orang itu ngaca maka lo juga harus ngaca sama diri lo sendiri! Lo bahkan ngga tau kan gimana hidupnya si "tukang ceramah" ini. Bisa jadi orang itu emang hidupnya jauh lebih "baik" dari anda, "commenters" dan abege yang punya foto ini.

And the last thing is : It's caring thing!
They stalk because they care, they told you some advice or criticize you, just because they really give a shit about you!


Mereka (yang komentar "agama" katanya) yang gue baca itu memberi tahu kalo itu salah dan berusaha agar kamu, mba abege dan pengikut-pengikutnya ini kembali benar. Emangnya kalian mau kalo misalnya kamu salah, terus temen-temen dan orang disekeliling kamu ngebiarin perbuatan salah kamu? Maka kamu akan terus melakukan dosa, dan orang-orang disekeliling kamu juga dosa karena membiarkan kamu. As simple as that.

"Jangan sok suci deh! Urusin hidup sendiri jangan urusin hidup orang!"

ini adalah komentar ter-mainstream yang pastinya bakal kamu temuin dimana-mana apalagi instagram. Tentunya setelah komentar hits "Jualan sis" itu ya hahaha.

"jangan sok suci". Jika kita dilarang untuk "sok suci", terus mereka yang ngelarang kita dibilangnya apa yaaa? hmmm anyone? Ngasih saran dan memberi tahu apa yang dilarang-Nya itu bukan sok suci lho. Lagian maknanya sok suci itu apa? Ada gitu manusia paling suci di bumi ini? Ngasih tau yang dilarang agama aja dibilang sok suci, berarti pemuka agama yang suka ceramah kamu katain sok suci dong?

 Inget mas bro mba sis, tidak ada satu manusia pun di muka bumi yang suci dan tak luput dari salah.



Jadilah orang-orang cerdas, orang-orang yang bisa bersinar dan terkenal karena prestasinya, bukan karena "foto dan video ehem-ehem" nya. Berpikir kritis sebelum mempublikasikan apa yang kamu punya. Pikirin jangka panjangnya, dampaknya apa. Jangan cuma terlena dengan sanjungan "hits" "gaul" "keren" "likes banyak" "followers banyak" toh itu semua ngga akan kamu bawa sampe mati kok. Emangnya nanti pas kamu mati, followers kamu mau ikut dikubur bareng kamu? THINK AGAIN BEFORE YOU DO SOMETHING, THINK IT CAREFULLY.

Jadilah anak muda yang cerdas, people. Jangan mau tergerus budaya luar yang menyimpang jauh dari agama. Tunjukkan bahwa kita anak muda Indonesia yang cerdas dengan moralitas tinggi. Ingat, kalian punya harga diri. Jaga harga diri kalian setinggi-tingginya. Pakai sosial media dengan bijak, dan beretika :)

Kalo mau ngelakuin apa-apa, coba deh biasain inget orang tua kita. Mereka yang ngelahirin dan ngebesarin kita, ngasih apapun yang kita mau. Apakah perjuangan mereka sampai kalian bernapas sekarang ini mau kalian balas dengan perbuatan salah kalian? Tega?


Sorry kalo kali ini postingannya rada "ngedakwah" dikit, karena mau ngingetin kerasnya pengaruh luar buat anak-anak Indonesia. hehehe, termasuk aku yang masih anak-anak ini >,<

Wassakamualaikum :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar