About Me

Foto saya
Even gravity loves me.

Jumat, 01 April 2016

REVIEW FILM : THE GUEST (2014)

Assalamualaikum people :)

Mamamia Lezatos!

Film horor ngga harus selalu dikategorikan sebagai sebuah suguhan film dengan durasi sekitar 1-2 jam dan diisi oleh ketegangan yang dihadirkan oleh nuansa hantu-hantu gentayangan, atau adegan siksa penuh kesadisan yang dilakukan oleh psikopat yang mungkin merasa diri mereka sebagai ahli bedah. you know what i mean?

Mungkin kalian pernah nonton Grosteque? A Serbian Film? Hostel? atau mungkin yang banyak beredar dvd nya yaitu trilogy The Human Centipede? barusan yang gue sebutin itu adalah beberapa film sakit yang cuma meneror perasaan penontonnya lewat torture-hard gore and sadistic scenes sebagai modal utama film, tanpa memperhatikan atau menjunjung tinggi nilai ceritanya.

Oke misalnya The Human Centipede, gue pertama kali nonton di film ke-2 nya, yang nuansanya hitam putih sepanjang film yang durasinya sekitaran 1 jam 40 menitan. Jujur gue bukannya takut pas nonton itu, tapi "Apa sih yang lo mau kasih ke penonton? Cuma gore doang?" dan yah emang sih it such a new-creative idea about how to make a centipede from a dozen of human that still ALIVE. Kebayang kan ngebikin selusin manusia yang dijait dari mulut ke anus biar menyerupai kelabang, cuma demi kepuasan si psikopat tambun Martin yang korban penyiksaan seksual bapaknya waktu kecil. Terus APA HUBUNGANNYA dengan doi yang jadi sakit jiwa ngga kekontrol gitu? Di film diceritain ada pembuatan film horor yang judulnya sama, The Human Centipede terus Martin mau ngebuat film itu jadi real? Cuma gara gara trauma sama bapaknya, really? Doesn't make sense at all.

Bilang aja takut, Tan.
 

OKE mari kita tinggalkan The Human Centipede yang menjijikan dan memilukan tanpa ada jalan cerita sebagai pondasi utamanya (+ bikin nafsu makan entah kenapa hilang meskipun perut lapar. damn you Martin!). Horor ngga melulu soal sadis atau hantu (+ sexy scene) kok. Horor juga bisa datang dari ketegangan yang dibangun pelan-pelan di awal cerita dan menghadirkan cerita yang mungkin biasa, misalnya di film The Guest ini.

Mungkin at the end kalian bilang ini klise, tapi mari kita tinggalkan ke-klise-an tersebut karena disini jalan cerita dan isi filmnya menurut gue cukup rapi untuk film dengan cerita klise-nya hahaha. Let's check this out :

 

Caleb Peterson merupakan seorang tentara yang meninggal di medan perang. Setelah beberapa waktu keluarga Peterson berduka, tiba-tiba datanglah seorang tentara yang bernama David Collins (Dan Stevens) sebagai tamu keluarga Peterson. David mengatakan ke keluarga Peterson bahwa dia dan Caleb merupakan tentara dengan program yang sama, dan sangat mengenal Caleb. Karena sikap sopan dan entah mungkin karismatik si Ibunya Caleb ini ngizinin David buat tinggal sementara di rumah. Meskipun sempat mendapat pertentangan dari ayah dan saudaranya Caleb, yaitu Mr. Davidson, Anna Peterson, dan Luke Peterson. Akhirnya doi boleh stay disana.

Dan Stevens sudah kurus dan gak gemuk gemuk lagi, pemirsa~

Gue pikir teman satu program di militer ini cuma alibi si David doang buat ngibulin keluarga Peterson, eh ternyata doi beneran temennya Caleb soalnya di rumah ada foto Caleb lagi bareng sama David. Hal itulah yang semakin menguatkan alasan David berkunjung dan akhirnya dibolehin nginep di rumah keluarga Peterson.
Ngebantu buatin Jack O'Lantern buat Halloween segala~

Jalan cerita dibangun pelan-pelan dengan kebaikan David pada seluruh anggota keluarga Peterson. Mulai dari membantu masalah bullying yang diterima Luke di sekolahnya. Pokoknya baik banget deh udah kayak kakak pengganti gitu buat si Luke. Mungkin karena doi masih kecil kali ya jadi dengan polosnya langsung percaya sama David.

Nemenin ngerjain PR juga~

David juga ngambil hati Anna, yang usianya udah sekitaran 18 tahunan supaya percaya sama kebaikan yang diperlihatkan David ini. Dia bahkan mau nganterin Anna pergi ke pesta temennya, di samping itu David sebenernya juga lagi mencari kenalan yang bisa menjual senjata.

Kalo tamunya begini sih, siapa yang tega nolak?
Anna akhirnya menyukai kehadiran David di rumah itu, karena menurutnya David udah berbuat banyak buat keluarganya. Tapi masalah mulai timbul saat si Anna ngga sengaja mendengar percakapan David dengan seseorang di telepon mengenai bedah plastik dan pemalsuan identitas. Ditambah, satu persatu orang-orang yang memiliki hubungan dengan keluarga Peterson meninggal tanpa alasan yang jelas. Anna mulai curiga dan menghubungi pangkalan militer mengenai status keanggotaan David Collins yang ternyata adalah...........ah sudahlah~

Tembak aku, bang~

Anyway, sumpah ngga ada salahnya nonton ini di waktu senggang kalian. Lumayan pemainnya seger buat diliat (buat cewek) dan plot ceritanya yang oke (buat cowok, dan cewek juga)~

Bantuin angkat jemuran juga lho~ Kurang baik apa tamu kita ini?

Goofs :

Pusat layanan militer yang menerima telepon dari Anna itu kalian tau siapa? Itu si Candice Patton yang main The Flash lho hahahaha, cinta-bertepuk-sebelah-tangannya Barry Allen, the fastest man alive (cenah)





Karena film ini disutradarai sama sutradara yang juga membuat film You're Next yang dabesss itu, mungkin kalian bisa liat relasinya dengan film itu di salah satu adegan ini :

Liat tulisan yang di tembok?

Banyak yang ngeluh di YouTube mempermasalahkan pemeran si Kristen, teman Anna di film ini yang sempat beradegan "ehem" sama Dan Stevens. Mereka (baik netizen cewek maupun cowok) bilang kalo cast si Kristen ngga pantes dan malah ada yang ngatain jelek. Jahat banget ya netizen tuh, yah tapi emang bener jelek sih. #upsmaaf #nooffens

Tabatha Shaun pemeran Kristen
Gimana guys menurut kalian? Cukup kece kah?

Dan Stevens melakukan diet ketat untuk tv seriesnya Downtown Abbey, dan alhasil sampe sekarang bentuk badannya yang sudah mulai aduhai itu bisa dinikmati pemirsa di rumah. Penasaran dulu segemuk apa dia? Ini gue kasih foto Dan Stevens pas masih gemuk


Before vs After, kalian prefer yang mana?
di Film Summer in February, masih gendut

Kok diliat liat ada sari-sari mukanya Keanu Reeves nya ya?


Wassalamualaikum :)


PS : Gue serius, tinggalkan dan jangan pernah penasaran untuk nonton The Human Centipede baik itu yang kesatu, kedua, atau ketiga. Gue korbannya, yang udah hilang nafsu makan selama 30 menit terakhir setelah filmnya tamat. Dan gue sama sekali ngga tertarik untuk liat film ketiganya yang bikin pake tahanan di penjara dan bentuk kelabangnya lebih panjang. yikes!

Image result for the human centipede 3
Pingin nabok yang punya ide, sumpah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar