About Me

Foto saya
Even gravity loves me.

Jumat, 01 April 2016

REVIEW FILM : ALLEGIANT (2016)


Assalamualaikum seluruh faksi!

Mamamia Lezatos!

Baru-baru ini film lanjutan dari Trilogi Divergent series muncul di bioskop Indonesia, yup here it comes, Allegiant!

Poster film Divergent: Allegiant untuk kawasan internasional
International Poster of Allegiant (Summit Entertainment) - comingsoon.net

Iya, seri terakhir dari buku Divergent Series ini memang akan dibagi menjadi 2 film, dimana kelanjutan dari Allegiant yaitu Ascendant yang akan tayang pada tahun 2017 mendatang. Semoga kita semua selalu dikasih umur panjang dan kesehatan supaya bisa nonton kelanjutannya ya :)

Gosipnya sih, film ini justru malah kurang mendapatkan keuntungan dibanding film-film pendahulunya yaitu Divergent (2014) yang berhasil meraup keuntungan USD 54,6 juta, dan Insurgent (2015) dengan keuntungan USD 52,2 juta di pekan pertamanya. Allegiant hanya berhasil mendapatkan USD 38 juta. Denger-denger masih kalah sama film animasi Zootopia. Hebat juga ya Zootopia hmmm~

Anyway, mari kita simak jalan cerita Allegiant, petualangan Tris and the Gank pergi mencari apa yang ada di luar tembok pelindung kota Chicago selama hampir 200 tahun itu.


Film dimulai dengan pidato Evelyn, Ibu Four yang memberitahukan seluruh faksi agar tetap berada di dalam tembok Chicago, karena mereka belum tahu berapa besar bahaya yang ada di luar sana. Hal ini bertentangan sama Tris dan kawan-kawan yang ingin tahu ada apa sebenarnya di luar tembok tersebut.

Di sisi lain, seluruh faksi berkumpul menghadiri hari penghakiman tahanan Erudite yang dulunya bekerja sama dengan Jeanine, yang sudah ditembak mati oleh Evelyn. Penghakiman itu telah membunuh Max, kaki tangan Jeanine dan hal itu membuat faksi Amity yang cinta damai dan kasih sayang (?) memutuskan untuk berpisah dari grup Factionless yang mengambil alih kekuasaan.

Tris yang tidak tega adiknya, Caleb, mungkin akan dibunuh di hadapan seluruh faksi, memutuskan untuk membawa kabur Caleb dan ikut bersama Tris and The Gank untuk pergi ke luar tembok. Siapa aja sih geng nya Tris ini?


Mereka (Tris, Four, Christina, Peter (terpaksa diajak), Tori, dan Caleb) akhirnya pergi menuju sisi luar tembok Chicago, tapi sayangnya Tori ngga berhasil karena doi ....... ah sudahlah~

Tris dan gengnya terkejut begitu mereka melihat sisi luar tembok yang ternyata cuma gurun yang pebuh racun radioaktif dimana-mana. Langitnya warna merah, ngga jernih, dan air yang mengalir keruh. Bahkan air hujannya semerah darah. Hmmmm mungkin keluarga Cullen sudah memutuskan untuk berhenti puasa darah binatang? #ehmaafsalahforum

Kita udah tamat, bro

Sampai akhirnya meeka menemukan satu titik dimana ada tembok penghalang transparan yang memisahkan mereka sama Kota dengan teknologi dan sains yang jauh lebih tinggi, dan menamai mereka sebagai Bureau, dan Chicago sebagai salah satu eksperimen dari dewan Bureau yang dipimpin oleh David.

Welcome to the other side of world, it's Bureau

Bureau memiliki tujuan mengadakan sistem faksi di kota Chocago sebagai eksperimen untuk menentukan PG (Pure Gen) dan DG (Damage Gen). Disini diketahui bahwa Tris lah satu-satunya Pure Gen yang ada di Chicago, sedangkan divergent lain yang bukan 100% disebut sebagai Damage Gen.

Semua warga di Bureau mengenali Tris dan kawan-kawan. Mereka bingung "Bagaimana mereka bisa tahu semua tentang kami?" Tanya Four. Salah satu anggota Bureau, Matthew bilang kalo Bureau memiliki teknologi yang mampu mengawasi setiap gerak-gerik dan pertumbuhan mereka selama di Chicago.


Konflik muncul saat Tris mengetahui niat David dan dewan Biro untuk merestart ulang para Damage Gen, yang artinya seluruh penduduk Chicago akan dihapus memorinya dan mengulang kembali hidupnya hingga menghasilkan Pure Gen seperti Tris. Gimana nih aksi Tris and the Gank? Berhasilkah mereka?

Anyway, for you girls kalian pasti seneng nonton ini karena ada adegan Four lagi basah-basah mandi 
 hahahaha nih gue kasih bonus :


 Dan ini ada trailernya, selamat menikmati di bioskop ya :)



Wassalamualaikum :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar