About Me

Foto saya
Even gravity loves me.

Senin, 16 Juli 2012

REVIEW : The Last House On The Left (2009)

"if bad people hurt someone you love, how far would you go to hurt them back?"

oke, mungkin setelah kalian ngeliat tahun tayangnya film ini kalian akan ngomentarin gue "basi banget loooo" hahaha gue terima boooy perkataan lo karena gue sendiri emang ngerasa "telat" banget untuk nyeritainnya. dan udah banyak juga blog" orang yang ngebahas ini cobaaa. mungkin gue adalah blog keseratus sekian yang akan dikunjungi oleh orang" yang ngga tau/belum pernah nonton The Last House On The Left ini. tapi, karena gue ngerasa film ini cukup "sakit" so, I'm gonna tell you why this called "the most disturbing", let's check the story guys : (sedikit info nih, sebenernya ini film hasil remake dari film aslinya yang muncul lebih dulu tahun 1972 yang saat itu lagi disutradarain sama om Wes Craven *wow*, yang menjadi film paling disturbing di jamannya)


Sinopsis :
strating film nyeritain seorang tahanan, Krug ( Garret Dillahunt ) yang lagi diangkut sama 2 orang polisi. dan saat pak polisi ini lagi nungguin kereta lewat, tiba tiba mobilnya dihantam sama mobil dari arah samping sampe bapak" polisi ini muncratan darah. (tapi doi doi nih belum mati) dan ternyata yang nabrakin mobil itu adalah temen" Krug yaitu Francis ( Harun Paulus ) *bapaknya Justin* dan Sadie ( Riki Lindhome ) pacarnya Krug. nah, sehabis ngebebasin Krug, dihabisilah kedua polisi itu dengan syadeees..... Cerita langsung beralih ke keluarga Collingwood yang mau menghabiskan waktu liburan mereka di rumah mereka, yang letaknya di tepi danau dan sekaligus menjadi rumah terakhir di jalanan itu. John Collingwood  ( Tony Goldwyn ) beserta istrinya, Emma ( Monica Potter ) dan putri mereka, Mari ( Sara Paxton ). keharmonisan keluarga di awal cukup ditonjolkan sampai suatu ketika, Mari ini ganjen mau nemuin temennya sekaligus jalan", namanya Paige. (bahasa inggrisnya babi) itu Pig! yaudalah, singkatnya mereka tau" ketemu sama Justin ( Spencer Treat Clark ) dan kenalan. apakah pertemuan ini adalah takdir tuhan? bukaaan, ini perintah om skenario...

eh mana nih spongebob kaga mulai" daritadi...


sial pun menghampiri Mari dan Paige karena Krug cs tiba" dateng! ya jelas aja dong, wong buronan udah masuk koran dan ada 2 orang asing ngga dikenal menegtahui rupa mereka. masa iya dibiarin pergi gitu aja? kesadisan pun dimulai.. Paige dibunuh dengan sadis sementara Mari di (maaf) diperkaos sama Krug.. untunglah, Mari bisa kabur sebelum rohnya ikut nyusul si Paige. doi nih nyemplung ke danau yang deket ama rumahnya itu..

Namun, Mari yang belum takdirnya mati akhirnya berusaha sekuat tenaga yang dia punya untuk balik ke rumah danau dan minta pertolongan kedua orang tuanya. Mami Papi nya syok berat dan langsung membawa Mari masuk ke rumah..

ngga lama kemudian, hujan badai pun tiba. Krug cs nyari tempat berteduh sementara karena badainya emang lagi badai bangeeet. dan, mereka pun akhirnya mmapir ke rumah yang letaknya di pinggiran danau itu. mereka belom tau kalo itu adalah rumah Mari. apakah itu adalah suratan takdir? entahlah..

Francis, Krug, Justin, Sadie..
Mama papanya Mari yang ngga tau kalo orang" inilah yang telah berbuat keji pada anaknya pun dengan sangat hangat menyambut mereka dan mengijinkannya menginap. tapi, Justin (Justin nih baik guys) yang lebih dulu tau kalo runah itu adalah rumah kedua orang tuanya Mari pun akhirnya memberi petunjuk bahwa orang" yang mereka anggap tamulah yang telah melukai putrinya. Emma dan John Collingwood yang tadinya ramah pun berubah menjadi sadis dan balas dendam... so amazing !
ntar dulu ma, tomcat masih ngeliatin kita..
 kalo dipikir" sih ini rada mirip sama I Spit On Your Grave yaa. (maaf) kasus perkaosan terus balas dendam. cuman disini bedanya balas dendam dilakukan sama orang tuanya. soalnya kan kalo I Spit On Your Grave yaa si ceweknya itu sendiri yang balas dendam..

meskipun gue cuma nonton 15 menit diawal (sisanya macet karena modem gue yang labil whitebuddyemoticon) tapi gue udah khattam banget kok sama ceritanya hehe. bagus, malah bisa dibilang lebih bagus daripada versi old school-nya. emang deeeeh, jalan ceritanya dibangun pelan pelan untuk menaikkan intensitas emosi penonton sampe pada belasan menit terakhir nanti kita akan teriak "hell yeaaaaah!!!!!"

nih coba liat trailernya, monggoooo :




1 komentar: